2018-08-16

CARA MEMBUAT EMAIL PERUSAHAAN MENGGUNAKAN DOMAIN SENDIRI

cara membuat email @nama perusahaan gratis - Teman-teman masih menggunakan email gratis untuk menawarkan layanan atau barang kepada pengunjung? Kalau masih dan teman-teman sudah punya domain sendiri, kali ini saya ingin berbagi cara membuat email perusahaan di gmail. Cara membuat email dengan menggunakan nama perusahaan yang sudah didaftarkan menjadi nama domain di layanan email Google, Gmail. Dengan panduan ini teman-teman akan menggunakan email Gmail untuk bisnis dengan gratis tanpa harus berlangganan layanan GSuite. Syarat utama agar bisa mengikuti panduan ini adalah memiliki email hosting, seperti paket Grow exabytes atau menggunakan hosting email yang disediakan situs zoho.com. Langsung kunjungi webnya setelah membaca langkah-langkah membuat email perusahaan yang saya berikan.

Mungkin teman-teman bertanya kenapa harus menggunakan gmail? Bukankah Exabytes sudah memberikan email hosting bersama domain yang didapat dari program Grow Exabytes?

Betul sekali.

Dengan mendaftar di program Grow teman-teman sudah mendapatkan layanan email hosting yang dapat digunakan hingga 5 user untuk berbagai kepentingan. Namun secara pribadi saya tidak terlalu memahami fitur yang terdapat di email hosting tersebut.
Tampilan emailnya pun menurut saya terlalu gloomy dan akibatnya butuk untuk semangat berbisnis.
Kalau tampilannya udah gloomy bagaimana kita akan membuat email yang berisikan ajakan untuk membeli barang atau menggunakan layanan kepada orang lain?
Sebaliknya gmail memiliki tampilan yang sangat menarik. Kita bahkan bisa mengganti background  agar kita nyaman menggunakannya.

Loh, harus berlangganan Google Apps donk?

Tidak sama sekali. Seperti yang saya bilang diawal kita tidak harus membayar layanan yang tergolong premium ini. Kadang ini yang menjadi salah kaprah karena kurangnya pengetahuan kita. Cara membuat email dengan domain sendiri di google tidak mesti harus berlangganan GSuite.
Bagi kita blogger yang masih belum mendapatkan penghasilan dari adsense atau penjualan berinvestasi di Google Apps bahkan untuk satu akun saja masih terasa berat. Saya pernah merasakannya. Berlagak professional dan mendaftar di google apps tapi justru memberatkan biaya operasional ngeblog.

Murah memang. Harga layanan GSuite yang ditawarkan oleh beberapa web hosting Indonesia yang menjadi reseller kurang dari 100 ribu. Kita bisa memanfaatkan produk premium dari google apps tersebut tapi saran saya untuk yang baru mulai jangan terlalu jor-joran dalam memulai bisnis online anda. Pertimbangkan uang keluar dengan uang masuk. Jangan sampai anda bangkrut dan menjual aset bisnis (baca: domain dan database pelanggan anda).

Kalau teman-teman yakin akan mendapatkan omset yang cukup untuk memulai dengan menggunakan google apps, saya persilahkan.

Kalau menggunakan email yahoo mas?

Satu-satu dulu yah. Saya akan coba mengeksplor mail yahoo yang saya punya terlebih dahulu. Nanti saya akan bagikan cara membuat email dengan domain sendiri di yahoo untuk pembaca buatblogger.net. Jangan lupa untuk mendaftarkan email-nya di formulir yang sudah tersedia.
Bagian bawah posting ini atau disampingnya. Tergantung perangkat yang Anda gunakan.

UPDATE: Setelah saya cari informasi tentang hal diatas baik dengan mengunjungi web resmi Yahoo ataupun website support pelanggan Yahoo! kesimpulan yang saya ambil sebagai berikut; Untuk menggunakan custom email Yahoo kita harus menggunakan layanan berbayar mereka, Yahoo small business. Jadi pemilik akun email Yahoo mau tidak mau harus membuat akun Gmail untuk melanjutkan panduan buat email perusahaan dengan domain sendiri.

Sip lanjut.

Kenapa kita harus menggunakan email berformat @nama perusahaan?

Email merupakan alat komunikasi yang menggunakan internet tertua. Sebelum adanya website atau aplikasi mobile seperti sekarang, email merupakan alat yang digunakan untuk saling bertukar informasi atau memberikan penawaran kepada para pelanggan. Selama ini banyak diantara pebisnis online yang menggunakan layanan gmail, yahoo, atau hotmail untuk berkirim email kepada pelanggan mereka. Mereka membuat email dengan nama perusahaan sebagai alamat alih-alih nama sendiri atau nama yang disarankan oleh sistem dari penyedia email tersebut.

Pernah tidak membuat email bisnis seperti pencaricerah.com@gmail.com? Pernahkan berada disisi pelanggan dan merasakan tanggapan pertama yang diterima saat menerima penawaran, invoice dan lain sebagainya dari email yang menggunakan gmail tersebut? Siapa tahu penawaran yang pernah kita kirimkan ternyata diragukan oleh calon customer karena takut si pengirim bukan orang yang mereka maksud.

Agar email kita terlihat lebih profesional kita harus menggunakan domain sendiri untuk memberikan kabar kepada para pelanggan yang sudah mendaftar di mailing list yang kita berikan di website.
Seperti yang saya sampaikan diatas, untuk menggunakan gmail sebagai email untuk memasarkan layanan atau barang yang kita punya, kita tidak harus membeli layanan google apps. (setidaknya sampai kita benar-benar perlu).

Teman-teman cukup menggunakan email yang sudah di daftarkan di gmail untuk memulainya.
Saya tidak tahu dengan teman-teman tapi kalau saya sendiri memiliki beberapa akun di gmail. Jadi pilih dengan bijak email yang akan digunakan untuk email perusahaan di daftar email pribadi teman-teman.

6 Langkah Cara Membuat Email Domain Sendiri Gratis

Langkah #1

Masuk ke cpanel mail hosting.
Kalau kamu mendapatkan domain gratis exabytes cara masuk ke mail hosting sebagai berikut:
Ketik cpanel.domainkamu.net. Lalu isi kotak username dan password yang tersedia. Kalau kamu tidak tahu apa username dan password cpanel kamu, cek kembali email yang pernah dikirim oleh exabytes.

Langkah #2

Masuk ke Menu Cpanel: Email
Klik email account. Lalu scroll ke bawah hingga menemukan sub menu Email Accounts. Klik tombol Set Up Mail Client.

Pengaturan awal

Lalu scroll ke bawah hingga menemukan Mail Client Manual Settings

Mail client manual settings
Klik set up mail client lalu kopi informasi tersebut.
Username:kandra@pencaricerah.com
Password:Use the email account’s password.
Incoming Server:
IMAP Port:993
POP3 Port: 995
Outgoing Server:
SMTP Port:465
IMAP, POP3, and SMTP require authentication.

Pengaturan email diatas yang kamu dapatkan dari mail hosting exabytes, silahkan di copas dan letakkan di notepad atau word atau note di komputer teman-teman sendiri.

Langkah #3

Masuk ke akun email google (gmail), kalau teman-teman belum punya akun gmail ikuti cara bikin email google yang diberikan oleh teman saya. Pada akun gmail klik ikon roda gigi yang terdapat di pojok kanan atas, kemudian pilih setting/pengaturan (tergantung bahasa pengantar gmail digunakan).

Cari Tab Akun dan Impor dan tekan menu di tab tersebut.

Pada menu Cek Mail from other accounts (using POP3) atau periksa email dari akun lain masukkan data POP3 port yang terdapat di Mail Client Manual Setting yang sudah dicopas ke komputer tadi.
Pada pop up menu baru masukkan alamat email yang terdapat di Email Accounts

Masukkan settingan email yang sudah didapat di hosting email exabytes (pada langkah sebelumnya)
Masukkan username, Password email, Incoming server, dan Port yang diberikan sistem.

Centang pilihan yang anda inginkan lalu tekan tombol tambahkan akun. Kalau berhasil maka akan ada informasi email sudah ditambahkan. Jangan tutup dulu pengaturan email dengan domain sendiri di gmail karena langkah tadi baru memberikan akses kepada gmail untuk mengambil email yang masuk ke email hosting di cpanel tadi. Sebelum lanjut ke langkah selanjutnya cek ya pada pilihan anda ingin mengirim email sebagai kandra@pencaricerah.com.

Langkah #4

Masukkan ke konfigurasi SMTP yang didapat dari email hosting exabytes diatas (Username username@domainkamu.net, Password (password yang kamu punya), Klik tombol Tambahkan akun.

Agar kita bisa menggunakan gmail sebagai platform email untuk domain sendiri maka sistem gmail perlu memverifikasi domain tersebut.

Langkah #5

Masuk ke mail hosting exabytes untuk akun email yang didaftarkan dan cari email dari gmail. Nah kalau ga ada pesan masuk, cek inbox email akun gmail yang kita gunakan untuk domain sendiri tadi.
Kasus saya inbox masuk sudah diserap semua oleh gmail. Klik link yang diberikan oleh sistem gmail atau masukkan kode verifikasi. Setelah itu baru teman-teman klik tombol verify.

Setelah teman-teman menekan tombol verify maka teman-teman bisa menggunakan email dengan domain sendiri untuk berkirim email kepada para calon pelanggan. Namun masih dari pengalaman saya, saat membalas email yang sudah masuk ke akun email yang terdapat di cpanel pada kolom pengirim masih berupa alamat gmail. Oleh karena itu lanjut ke langkah berikutnya.

Langkah #6

Sekali lagi teman-teman masuk ke menu pengaturan gmail / setting. Klik tab akun dan impor ganti alamat email gmail dengan dengan alamat email dengan domain yang didapat dari exabytes (namakamu@gmail.com menjadi akunemail@domainkamu.net). Set akun-email@domain.net sebagai default.

Setelah semua langkah dilakukan, jika tidak ada masalah maka anda bisa mendapatkan email perusahaan sendiri yang gratis.

Bagaimana cara login email perusahaan yang dibuat melalui gmail pribadi ini?

Cek email dan berkirim email melalui gmail, bisa anda gunakan seperti biasa. Jadi untuk login ke akun email yang sudah anda custom, entah itu untuk membaca email ataupun mengirimkan email kita tidak menggunakan nama-akun-email@domain.net, tetapi seperti biasa. Masukkan username gmail beserta passwordnya.

Kalau ingin menggunakan login email perusahaan seperti namaakunemail@domain.net Anda harus berlangganan Gsuite terlebih dahulu baru bisa masuk melalui link admin.google.com.

Apakah ini cara membuat email dengan domain sendiri gratis selamanya gan?
Dengan menyesal saya harus menjawab TIDAK. Cara membuat email dengan domain sendiri dig mail tergantung pada mail hosting yang teman-teman dapatkan di exabytes. Seperti yang kita ketahui Program Grow hanya memberikan domain dan hosting email gratis untuk tahun pertama (pada saat kita mendaftar) untuk selanjutnya kita harus membayar layanan yang diberikan exabytes tersebut.
Dengan harga 400 ribuan (domain plus hosting email) silahkan teman-teman kalkulasikan sendiri apakah layanan ini menguntungkan bisnis teman-teman atau tidak..

Membuat email domain sendiri tanpa hosting rasanya sangat tidak mungkin. Karena untuk trik membuat email dengan domain sendiri di gmail maupun yahoo domain kita akan menjadi alias dan kita membutuhkan mail server yang dimiliki oleh mail hosting yang disediakan oleh exabytes.
Mungkin saya kurang ilmu tentang membuat email domain sendiri tanpa hosting ini, kalau ada yang tahu bagaimana caranya tolong infoin ke saya.

Sumber:
  • https://www.niagahoster.co.id/blog/cara-membuat-email-dengan-domain-sendiri-di-gmail/

DOMAIN GRATIS SELAMANYA TANPA SYARAT, HARAPAN PALSU Untuk BLOGGER MUDA

Kenapa blogger Indonesia banyak mencari domain gratis selamanya tanpa syarat? Jawabannya sederhana. Kebanyakan blogger Indonesia yang mencari domain gratis selamanya tanpa syarat disebabkan kondisi keuangan mereka yang belum mampu untuk membeli domain TLD yang ditawarkan oleh berbagai penyedia domain di dunia.

Saya pun begitu ketika mulai ngeblog.

Memulai membuat artikel dan monetisasi konten di dalam blog dengan menggunakan alamat blogspot atau wordpress. Kalau teman-teman membaca beberapa tulisan tentang memilih nama domain untuk blog/web pastinya teman-teman bisa melihat memiliki sebuah domain tanpa embel-embel penyedia layanan sangat penting. Alamat blog sendiri yang lepas dari embel-embel blogspot.com atau wordpress.com memberikan sebuah kesan profesional kepada pengunjung dari blog/web. Mungkin karena terlihat profesional, web yang didaftarkan untuk mengikuti sebuah program monetisasi konten seperti adsense, menjadi sangat mudah diterima. Belum lagi kalau kita bisa menggunakan email dengan domain yang kita miliki sebagai alamat untuk berkomunikasi. Kesan profesional itu semakin melekat di pengunjung.

Ilustrasi

Seandainya saya mendapatkan domain gratis untuk blog saya saat ini dari exabytes beberapa tahun yang lalu, mungkin sekarang saya sudah bisa bikin start up sendiri.

Semenjak saya mengetahui betapa pentingnya menggunakan alamat blog sendiri, keinginan untuk memiliki domain TLD sangat besar saya rasakan. Namun sebelum bekerja, saya belum tahu bagaimana saya mewujudkan impian untuk mendapatkan domain atau alamat milik saya pribadi tersebut. Saya benar-benar tidak tahu cara membeli domain apalagi menggunakan apa yang namanya manajemen DNS.

Banyak artikel tentang cara mendapatkan domain .com gratis selamanya yang saya temukan di google. Artikel-artikel yang saya temukan itu saya baca, dan praktekkan. Akan tetapi hampir semua tutorial atau panduan tersebut memberikan saya rasa kecewa karena persyaratan yang diberikan oleh pihak penyedia domain gratis sangat-sangat mustahil untuk saya penuhi.

Kenapa sih orang mencari alternatif menggunakan domain gratis seperti Freenom? Berdasarkan pengalaman saya sendiri saya akan mencoba untuk memaparkannya.

HARGA DOMAIN YANG TERGOLONG MAHAL

Saya sudah mengenal aktifitas blogging sedari mahasiswa tahun 2007 silam. Tetapi pada saat itu saya tidak mengetahui kalau domain merupakan aset penting yang harus dimiliki. Dengan modal sub domain saja saya sudah bisa mendapatkan penghasilan dari kegiatan menulis di website pribadi.
Ketika mulai merasakan enaknya mendapatkan penghasilan dari blog, saya pun kemudian berusaha mencari tahu bagaimana caranya mendapatkan uang melalui website. Dan dari puluhan artikel yang saya baca (baik melalui blog ataupun melalui format pdf) saya mengetahui kalau memiliki domain merupakan sesuatu yang wajib.

Saya pun mencoba melihat berapa harga domain di beberapa situs penyedia layanan registrasi domain atau alamat website seperti godaddy.com, namecheap.com, dan website-website lokal seperti rumahweb.com atau exabytes.co.id.

Rata-rata harga yang ditawarkan cukup mahal bagi saya yang seorang mahasiswa. Membeli domain sebesar 179 ribu atau 300 ribu rupiah atau 26 us dolar merupakan sebuah langkah penuh resiko bagi kelangsungan mahasiswa yang ngekos tahun 2007.

Kalau sekarang saya, dimana saya sudah bekerja, harga ratusan ribu tersebut tidak terlalu saya ambil pusing. Karena domain yang saya daftarkan dapat menjadi investasi jangka panjang. Makanya baru di tahun 2010 saya memiliki domain sendiri. Mungkin teman-teman bertanya-tanya kenapa domain TLD begitu mahal hingga ratusan ribu rupiah harganya. Pertanyaan ini bisa saya jawab berdasarkan beberapa artikel yang saya temukan dan juga pengalaman saya selama memiliki beberapa domain TLD saat ini.

Menurut saya harga domain yang tergolong mahal bagi seorang mahasiswa adalah karena beberapa hal berikut:
  • Harga yang kita bayar ke registrar (tempat kita membeli domain TLD) ada komponen pendaftaran ke ICANN. Internet Corporation Assigned Names and Numbers atau disingkat ICANN merupakan organisasi nirlaba yang bertugas untuk mengkoordinasikan alamat-alamat komputer untuk saling terkoneksi di seluruh dunia. Berapa harga pendaftaran sebuah domain atau alamat komputer yang akan diakses secara global? Saya kurang paham tapi pasti masuk dalam komponen harga domain TLD yang kita beli.
  • Pemeliharaan sumber daya. Proses membeli domain sebenarnya sangat simple, kita diberikan sebuah sistem yang dapat kita olah sesuai dengan kebutuhan. Sistem ini dinamakan Domain Name System atau disingkat dengan DNS. Jadi saat anda mendaftarkan nama website atau alamat blog di sebuah registrar, anda juga akan mendapatkan sistem penamaan domain. DNS sepengetahuan saya tidak hanya digunakan sebagai alamat website, tetapi juga sebagai alamat email. Dan masih banyak lagi kegunaan dns untuk website atau blog yang kita miliki, saya tidak terlalu memahami kegunaan dns tersebut kecuali untuk web dan email.
  • Untuk menjalankan DNS tentunya dibutuhkan hardware. Perangkat keras yang digunakan untuk menjalankan DNS dan domain kita bisa diakses oleh berbagai perangkat komputer di seluruh dunia berada di sebuah Virtual Machine. Dari beberapa artikel yang saya temukan di internet untuk DNS ternyata mengharuskan kita untuk menggunakan Virtual Private Server. Saya masih belum terlalu paham kenapa harus menggunakan VPS, perkiraan saya mungkin karena alamat website tersebut akan terhubung dengan berbagai komputer makanya harus menggunakan sumber daya yang powerful seperti VPS.
  • Pajak yang harus dibayarkan kepada Pemerintah.
Komponen-komponen diatas (ini yang saya ketahui saja ya, bisa salah bisa benar) menurut saya yang membuat harga beli domain menjadi mahal. Makanya saya jadi agak ragu ketika membaca artikel yang menyebutkan menggunakan layanan Freenom akan memberikan kita domain gratis selamanya.
Di beberapa forum blogger di grup facebook saya menemukan seseorang menjual domain TLD dengan harga yang sangat miring. Dengan membayar sejumlah pulsa berkisar 15 ribu hingga 25 ribu rupiah kita bisa mendapatkan domain TLD sendiri. Sekilas mungkin terlihat menguntungkan tetapi ada beberapa aspek yang membuat saya agak ragu dengan legalitas dan juga kemudahan pengelolaan dari pemberi tawaran tersebut. Saya rasa teman-teman yang lain pun begitu, merasakan was-was dengan penawaran beli domain murah maksud saya.

BINGUNG MEMILIH TEMPAT MEMBELI DOMAIN

Saat ini kalau teman-teman butuh bantuan saya untuk membeli domain untuk teman-teman, saya bisa membantu. Karena saya sudah menggunakan beberapa situs pendaftaran domain yang terdapat di Indonesia dan sudah merasakan layanan mereka.

Tapi kalau sepuluh tahun yang lalu?

Jangankan untuk membantu teman-teman, membeli domain untuk custom alamat blog sendiri pun saya akan mempertimbangkan dengan sangat lama dan sangat detail.

Kenapa?

Soalnya duit yang akan saya berikan kepada registrar merupakan investasi. Artinya saya berharapkan keuntungan di suatu waktu ketika saya butuh. Kalau ternyata uang yang sudah saya transfer tapi berujung pada tidak didaftarkannya alamat website yang saya inginkan, tentu saya akan merasakan banyak hal dan juga penyesalan.

Pertimbangan saya untuk menggunakan layanan sebuah situs pendaftaran domain saya dapatkan melalui artikel yang banyak tersebar di internet. Saking banyaknya ulasan yang saya temukan saya pun bingung sendiri. Artikel yang terlalu memberi ulasan positif kebanyakan merupakan penjual produk dari registrar yang bersangkutan. Sedangkan artikel yang member ulasan negatif kebanyakan merupakan pembeli yang kurang paham proses dan kecewa dengan layanan.

Jadi 2 faktor tersebut tentunya blogger yang masih pelajar ataupun mahasiswa masih membutuhkan layanan domain gratis seperti Freenom.

Ini inti yang ingin saya bahas tentang domain gratis selamanya yang menjadi harapan palsu bagi blogger Indonesia.

Ulasan tentang layanan Freenom sudah sangat banyak dibahas oleh blogger-blogger Indonesia. Salah satunya dengan menyebutkan kalau layanan freenom dapat digunakan gratis selamanya yang artinya tidak ada batas waktu penggunaan. Benarkah demikian?

Menurut saya menggunakan layanan freenom harus menjadi pilihan paling terakhir yang harus teman-teman lakukan. Kenapa? Lebih baik maksimalkan promosi domain yang berlaku di waktu-waktu tertentu oleh perusahaan web hosting Indonesia daripada merasakan kekurangan menggunakan layanan domain gratis dari perusahaan asal Belanda tersebut.

Penyedia domain gratis sebelum populernya freenom yang pernah saya gunakan adalah co.cc. Sekarang perusahaan ini tidak ada lagi dan kabarnya baik google maupun registrar dari website tersebut sudah membanned pendaftaran nama domain co.cc sendiri. Penyebab di tutupnya website co.cc ini simpang siur, mulai dari banyaknya pengguna layanan tersebut yang melakukan kejahatan digital seperti phising, spamming dan lain-lain, hingga penyalahgunaan layanan dari pemilik website.
Bukan tidak mungkin freenom dan penyedia layanan serupa bisa bernasib seperti website co.cc. Dan jika hal tersebut terjadi maka rugilah kita sebagai blogger.

Ruginya apa saja?

Pertama, traffic yang kita dapatkan otomatis akan turun. Para pengunjung setia website yang kita kelola dengan baik tidak akan menemukan website kesayangan mereka. Akibatnya para pengunjung setia tersebut akan pindah mencari tempat referensi lain.
Kedua, terkait dengan traffic yang pastinya sudah turun. Pendapatan atas penjualan produk, klik iklan, tampilan iklan dan lain sebagainya juga pasti akan hilang. Bagi blogger yang tujuan utamanya adalah mendapatkan penghasilan situasi ini tentu tidak menyenangkan bahkan akan berakibat pada kebangkrutan.

Ini yang pertama, kekurangan layanan freenom dan penyedia domain gratis sejenis.

Lanjut yang kedua.

Kalau kita perhatikan domain gratis yang disediakan oleh Freenom itu tidak popular sama sekali. Coba saja teman-teman lihat; .tk, .ml, .gq, .ga, .cf. Domain-domain yang dapat digunakan secara gratis tersebut sama sekali tidak catchy. Kecuali .tk mungkin yang sudah dimiliki oleh detik.com untuk layanan penyingkat url mereka, de.tk. Bagaimana dengan domain yang lain? Mungkin saya yang kurang informasi sehingga beranggapan domain-domain yang dapat digunakan secara free tersebut sama sekali tidak brandable.

Selanjutnya soal kepemilikan. Kalau teman-teman pernah baca di laman http://www.freenom.com/en/freeandpaiddomains.html pengguna layanan domain gratis hanya bertindak sebagai pengguna domain BUKAN PEMILIK. Jadi kalau ada yang orang yang berminat untuk membeli dimain yang kita gunakan maka kita tidak bisa menjualnya tanpa melakukan upgrade ke layanan berbayar terlebih dahulu. Kenapa? Ya itu tadi Karena kita dianggap sebagai pengguna domain dan bukan pemilik. Jadi kita tidak punya hak mentransfer domain yang kita miliki jika diminati oleh orang lain.

Sebaliknya kalau orang yang melihat kunjungan di website kita yang menggunakan alamat domain gratis freenom, si penyedia layanan bisa saja mencabut hak penggunaan domain kita dan kemudian memberikannya pada orang yang membayar lebih mahal.

Kondisi ini, freenom tiba-tiba mencabut akses user ke domain yang digunakan, sudah sering terjadi. Bahkan tidak hanya terjadi di Indonesia saja. Blogger Asia lain juga merasakan kepedihan aturan freenom tersebut. Contohnya Mr. Shaikh Masood Alam, pemilik techlech.org. Sebelum menggunakan domain org ia juga seperti kita, menggunakan layanan freenome.

Freenom menghentikan layanannya kepada Mr. Shaikh Masood Alam secara tiba-tiba tanpa notifikasi. Hal ini baru diketahui blogger Pakistan ini ketika ia mengakses blog yang dibuat setelah sebulan tidak sempat update.

Mr. Shaikh Masood Alam menanyakan perihal kejadian tersebut kepada penyedia layanan melalui media sosial mereka. Tapi jawaban yang diberikan tidak jelas dan Mr. Shaikh Masood pun merelakan domain gratis freenom itu melayang ke orang lain dan mulai lagi dengan domain baru.
Karena pengalamannya itu Mr. Shaikh Masood Alam SANGAT menyarankan agar menghindari menggunakan layanan freenom bagi blogger yang serius.

Nah ini yang PENTING. Benarkah renewal domain gratis diberikan freenom?
Kalau merujuk pada dokumen http://www.freenom.com/en/doc_tcfree_freenom_v0110.pdf perpanjangan domain yang kita dapat dari freenom baru akan keluar 15 hari sebelum domain yang kita gunakan jatuh tempo. Jadi misalnya kita mendaftar domain gratis freenom tanggal 22 Desember 2016 untuk durasi penggunaan selama 1 tahun, maka freenom baru akan mengingatkan kita jika masa penggunaan domain berakhir sekitar tanggal 7 Desember 2017. Menurut saya periode yang ditetapkan oleh freenom sangat singkat dibandingkan dengan penyedia domain lokal yang berbayar yang jangka waktunya 30 hari sebelum jatuh tempo.

Dengan durasi yang sangat singkat tersebut kemungkinan besar kita akan kehilangan hak guna pakai atas domain yang telah diregistrasi dengan freenom. Jika sudah lewat jatuh tempo pemakaian maka Frenom sebagai penyedia layanan akan melakukan hal-hal berikut ini:
  • Menghapus name server domain
  • Menghapus penerusan URL (URL Forwarding)
  • Menghapus informasi trafik website
  • Menghapus akun di My Freenom
  • Menghapus penerusan email
  • Menghapus database lain yang terkait dengan domain gratis tersebut.
Jadi maksud dan tujuan untuk menggunakan domain gratis yang bisa digunakan tanpa batas waktu yang kita inginkan pun tidak terwujud. Ujung-ujungnya jika kita masih ingin untuk menggunakan domain yang sudah melekat dengan website adalah melakukan pembayaran yang harganya hingga saat ini masih belum saya ketahui.

Jika orang sudah kadung mengenal brand kita dengan domain freenom tahukah Anda berapa harga yang harus ditebus ke freenom? Bukan 1 sen atau 1 dolar, melainkan 260 dolar atau sekitar 2,6 juta rupiah! Kalau penghasilan kita bisa lebih dari 100 US dolar sebulan. Kalau kurang dari itu? Kita harus lepaskan brand yang sudah melekat dengan blog.

Makanya saya ingin mengajak teman-teman untuk lebih memanfaatkan program promo domain yang selalu diberikan oleh web hosting Indonesia. Dengan strategi monetisasi yang jitu dan dibarengi dengan pengelolaan keuangan yang baik, kita akan mendapatkan alur cash yang lebih baik dibandingkan menggunakan domain gratis yang penuh resiko.

Saya sendiri sudah dua kali dalam dua tahun terakhir memaksimalkan promosi domain yang diselenggarakan pemerintah maupun dari perusahaan registrar di Indonesia.

Domain gratis pertama yang saya dapatkan di 2016 yang lalu yaitu setelah Kementerian Komunikasi dan Informatika mengeluarkan program satu juta domain id gratis. Melalu program tersebut juga saya akhirnya memilih menggunakan registrar domain Indonesia dan mentransfer domain pertama saya yang saya beli di godaddy. Dari progam domain gratis .id dari kominfo tersebut saya menilai kalau perusahaan-perusahaan registrar yang bekerja sama dengan kominfo memiliki pengalaman yang panjang dan memiliki kinerja keuangan yang baik. Ringkasnya perusahaan-perusahaan pendaftaran domain tersebut sudah kredibel di mata pemerintah.

Domain gratis Indonesia yang diberikan kominfo mungkin saja bantuan pemerintah ccTLD yang dikelola oleh PANDI banyak digunakan. Soalnya saya pernah membaca jika ccTLD atau TLD sepi peminat atau tidak ada yang mendaftarkan sama sekali, ICANN sebagai koordinator bisa menghentikan peredaran dari domain tersebut.
Program domain gratis .id dari kominfo setahu saya sepertinya sudah berakhir. Mungkin kuota satu juta domain .id tersebut sudah terpenuhi. Dan teman-teman mungkin seperti putus harapan untuk menggunakan domain TLD sendiri.

Bagi teman-teman yang tidak keberatan dengan menggunakan domain co id atau my.id atau web.id silahkan teman-teman coba mengunjungi web hosting idcloudhost dan juga niagahoster. Sepengetahuan saya sepanjang tahun 2017 ini mereka memberikan domain gratis dengan ekstensi diatas. Saya sendiri melihat laman mereka hampir setiap minggu dan selalu ada pengguna yang beruntung domain ccTLD gratis dari perusahaan web hosting di atas.

Jadi…

KESIMPULAN

Saya lebih menyarankan kalau teman-teman lebih mencari promo domain dari beberapa registrar di Indonesia dibandingkan menggunakan layanan penyedia domain gratis seperti Freenom. Selain lebih aman, teman-teman pun akan mendapatkan support dari penyedia untuk mengelola domain website dengan lebih baik.

Dengan menggunakan cara monetisasi yang tepat teman-teman bahkan bisa mengatur cash flow hingga domain yang pada awalnya harus merogoh kocek sendiri akan berakhir tanpa mengeluarkan dana khusus. Saya sendiri setelah mendapatkan domain gratis terbaik dari exabytes sudah setengah jalan untuk membayar perpanjangan domain dan email hostingnya. Teman-teman pun pasti bisa.

Sumber:
  1. http://www.maseteguh.com/2017/06/cara-diterima-adsense-full-approved-secara-cepat.html
  2. https://www.icann.org/resources/pages/what-2012-02-25-en
  3. https://idcloudhost.com/mengenal-apa-itu-dns-server/
  4. https://opensource.com/article/17/4/build-your-own-name-server

2018-08-14

DISINI CARA MENDAPATKAN DOMAIN .COM GRATIS SELAMANYA UTK WEB/BLOG

Cara mendapatkan domain .com gratis selamanya bagaimana ya? Jika itu pertanyaan teman-teman saat ini maka mungkin saya punya jawabannya. Hanya saja pertanyaan saya mau tidak teman-teman sedikit berkorban?

Memiliki pertimbangan untuk menggunakan domain .com merupakan keputusan terbaik yang teman-teman lakukan. Kenapa? Karena umumnya website di dunia menggunakan gTld tersebut sebagai alamat website mereka. Menurut situs verisign pendaftaran domain .com sudah mencapai 120 juta sejak pertama kali diperkenalkan tahun 1985.

Logo domain .COM dari Verisign
Saking populernya mungkin saja teman-teman tidak akan mendapatkan nama domain .com yang diinginkan. Oleh karena itu kita bisa juga memilih gTLD populer lainnya seperti .NET, .Biz, atau .ID.
Kalau saya pribadi jika domain populer sudah dimiliki oleh orang saya lebih suka menggunakan domain .id. Selain karena alasan nasionalisme (domain .id merupakan ccTLD milik Indonesia) penggunaan domain yang dikelola oleh PANDI tersebut masih sedikit yang menggunakannya.

Oke sebelum saya menjelaskan cara mendapatkan domain .com gratis selamanya untuk teman-teman gunakan, saya ingin berbagi sebuah kisah yang merupakan pengalaman saya pribadi dalam mencari domain yang cocok untuk blog-blog yang saya kelola.

Mungkin teman-teman pernah membaca kalau memilih nama domain untuk digunakan di blog atau website itu mesti hati-hati. Domain tidak hanya merupakan alamat website/blog dimana orang lain akan mengunjungi konten-konten yang kita terbitkan. Tetapi domain juga merupakan identitas kita di dunia maya.

Sebelum saya memiliki ide untuk menggunakan alamat www.buatblogger.net, saya awalnya memilih untuk menggunakan nama sendiri untuk alamat blog. Keren juga rasanya kalau bisa menggunakan alamat kandra.com. Tetapi ternyata kandra.com itu sudah didaftarkan oleh pekerja seni asal amerika yang kebetulan miliki nama yang sama dengan saya.

Setelah itu saya lanjut mencoba mendaftarkan domain .net. Sayang, seseorang juga sudah mendaftarkan domain kandra.net di internet. Alhasil saya pun menggunakan nama panjang untuk domain blog saya pertama kali. Padahal kalau menurut saran dari internet marketer baik lokal maupun bule, nama domain dengan panjang karakter lima sampai enam lebih baik digunakan dibandingkan nama lengkap saya.

Sampai akhirnya PANDI berdiri dan mengelola pendaftaran nama domain untuk Indonesia. Saya akhirnya mendapatkan alamat blog yang sesuai dengan keinginan saya, kandra.id. Jadi pesan saya pada teman-teman: Saat membuat domain .com untuk blog atau website, Jangan sampai nama domain tersebut keduluan orang lain. Bagaimana kalau keduluan orang lain?

Ini saya rasakan saat mempunyai ide domain untuk blog buat blogger ini. Awalnya saat saya iseng-iseng menggunakan search analytics (menu di google search console) saya menemukan kata kunci dengan tingkat pencarian hingga seribu per bulan. Bagi saya ini merupakan rejeki. Saya bisa membuat blog baru dengan kata kunci yang sangat banyak pencariannya. Ketika saya coba cek di exabytes domain yang beralamatkan www.buatblogger.com tersebut ternyata sudah didaftarkan oleh orang lain, dan jika saya ingin menggunakan domain tersebut saya harus memberikan mahar sebesar 2,195 USD.

Gilak. Mana saya punya duit segitu.

Akhirnya dibulan Agustus 2017, ketika mencari promo domain murah, saya menemukan penawaran dari web hosting bernama Exabytes Indonesia berupa domain .NET plus Email Hosting. Saya coba daftarkan alamat blogspot di program tersebut dan ternyata pengajuan mendapatkan domain gratis kepada exabytes.co.id diterima. Jadilah saya menggunakan domain .net gratis ini selama tahun 2017/2018.

Jadi tak ada akar rotan pun jadi.

Sekarang saya infokan bagaimana cara mendapatkan domain .com gratis selamanya dari exabytes.
  1. Daftar di situs exabytes.co.id
  2. Klik icon orang di sudut kanan atas pada situs tersebut
  3. Tekan daftar
  4. Isi formulir pendaftaran dengan informasi pribadi yang valid
  5. Pada kolom Tambahan Informasi, pilih Blog. Lalu isi nomor telpon yang dapat dihubungi
  6. Pada pertanyaan How did you find us, pilih other
  7. Isi kolom password yang akan digunakan
  8. Beri tanda centang pada Syarat dan Layanan jika teman-teman sudah membaca persyaratan penggunaan layanan exabytes. Lalu cek kembali data diri yang telah diberikan pada kolom informasi pribadi diatas.
  9. Klik tombol register
  10. Setelah itu teman-teman cek email konfirmasi pendaftaran yang dikirimkan oleh situs exabytes. (Saran: Jika tidak ditemukan di INBOX, coba cari di folder SPAM).
  11. Klik link konfirmasi yang diberikan oleh exabytes.co.id di email yang telah teman-teman terima.
  12. Kemudian Login dengan menggunakan email yang sudah didaftarkan dan juga password yang sudah ditetapkan sebelumnya.
  13. Di member area exabytes.co.id, pilih tombol menu > web hosting > hosting pribadi & usaha kecil
  14. Pilih paket hosting yang akan digunakan. Email hosting (GROW) atau Hosting Ebiz. (Saya memilih menggunakan paket ebiz plus di exabytes untuk ternak blog yang disisipi kode adsense.)
  15. Setelah memilih paket hosting yang diinginkan tekan tombol pesan sekarang.
  16. Pilih register domain baru dan cek ketersediaan domain lalu tekan tombol continue.
  17. Pilih durasi tagihan untuk hosting. (Saya pribadi memilih 1 tahun)
  18. Lalu klik tombol continue. Kalau teman-teman memesan hosting exabytes sekarang teman-teman bisa mendapatkan domain .com gratis dan juga potongan harga hosting 50% melalui link saya berikut.
  19. Lakukan pembayaran dengan metode yang teman-teman inginkan. Exabytes Indonesia memiliki beragam cara pembayaran mulai dari virtual account, pembayaran dengan kartu kredit, transfer bank, pembayaran lewat alfamart grup (pilihan saya saat beli domain .com untuk anak), Doku Wallet dan ipay88. Rekomendasi dari exabytes agar domain langsung aktif beserta hostingnya adalah menggunakan virtual account atau membayar dengan kartu kredit.
  20. Setelah melakukan pembayaran, lakukan konfirmasi dengan mengirimkan bukti pembayaran ke email billing@exabytes.co.id
Wah kemahalan gan. Ga sanggup saya..
Beneran mahal?
Mari kita hitung bersama. Anggaplah anda menggunakan layanan ebiz plus sebesar 900 ribu setahun dan sudah mendapatkan domain gratis .com. Jika dibagi 365 hari maka layanan hosting plus domain gratis yang diberikan exabytes per hari nya hanya membebankan kita sebesar 2,500 rupiah.
Bandingkan harga itu dengan rokok yang agan konsumsi (Kalau agan yang baca perokok aktif ya). Lebih murah bukan. Sebatang rokok mild yang diketeng lebih mahal dibandingkan domain .com yang bisa menjadi investasi teman-teman di masa depan.
Dan...
Nilai investasi dari membeli domain .com dan juga hosting yang agan ANGGAP MAHAL itu lebih besar dibandingkan konsumsi rokok yang selama ini agan konsumsi. Coba lihat harga jual domain buatblogger.com yang dijual oleh Huge Domain. 2195 USD !! Kalau kurs dolar sekarang 14 ribu, maka kita (yang punya domain .com buatblogger) bisa mendapatkan kurang lebih 30 juta rupiah.
Harga diatas lebih besar lagi jika domain yang agan gunakan menjadi populer dan bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari iklan adsense, penjualan produk barang/layanan afiliasi, dan lain sebagainya.
Tidak percaya?
Coba saja teman-teman berkunjung ke situs jual beli domain / website di flippa.com. Teman-teman akan termotivasi untuk mendapatkan domain .com sendiri untuk ngeblog atau membuat webapp.
tapi...
Kalau teman-teman tetap cari cara mendapatkan domain gratis selamanya, yang pasti cuma dapet gunain domain .TK, .ML, .GQ, .GA, .CF (bukan kepemilikan penuh loh, baca tulisan saya tentang domain gratis) saya tidak melarang. Hanya saja pesan saya baca peraturannya baik-baik. Kalau teman-teman siap untuk memulai bisnis online atau mengembangkan bisnis online saat ini. Segera pesan domain .com gratis dan hosting di exabytes.co.id

Sumber: https://www.verisign.com/en_US/domain-names/com-domain-names/index.xhtml?section=overview

2018-07-09

BELI DOMAIN .COM SEHARGA 10 RIBU RUPIAH: BEGINI CARANYA

Domain 10 ribu bayar via pulsa hubungi [user facebook]. Rekomend.

Pernah menemukan iklan diatas di timeline facebook? Kalau saya sering banget nemuin promo seperti itu di grup facebook khusus blogger atau publisher adsense yang saya ikuti.

Kalau teman-teman berada di grup facebook yang sama dengan saya tentu teman-teman pernah membaca promosi diatas dalam timeline grup atau timeline pribadi. Saya yakin banyak yang tertarik dengan penawaran dari penjual domain 10 ribu via pulsa tersebut namun.

Ada hal yang mengganjal ketika saya memperhitungkan biaya untuk beli domain yang kita inginkan dengan harga yang sangat murah tersebut. Saya tidak percaya domain tld mulai dari .com, .tech, .me, dan lain-lain bisa didapat dengan harga yang terlalu murah. Soalnya setahu saya harga domain .com, .tech, dan .me tersebut sepanjang yang saya amati tidak mungkin bisa semurah itu.
Ilustrasi

Kecuali kalau perusahaan yang memberikan penawaran pembelian domain murah 10 ribu tersebut.

Oke mungkin saya sedikit iri soalnya selama ngeblog dari tahun 2008 baru kali ini saya mendapatkan kesempatan untuk bisa beli domain dengan harga yang sangat terjangkau dan cara yang sangat mudah.

Tapi balik lagi. Berdasarkan pengalaman saya yang singkat di dunia blogging yang dinamis ini, saya harap teman-teman bisa berhati-hati dengan pengguna facebook yang menawarkan domain murah tersebut.

Mungkin teman-teman bertanya-tanya kenapa saya ragu dengan penawaran domain murah dari penjual domain yang ada di grup facebook khusus blogger tersebut? Setidaknya ada 5 alasan saya

Pertama. Soal harga domain yang ditawarkan. Apa itu tidak terlalu murah? Bukan apa-apa, harga paling murah yang saya temukan adalah domain dengan ekstensi xyz dari rumah web (11 ribu) dengan catatan kalau saya menggunakan domain yang sama tahun depan, harga domain kembali normal. Itu dari perusahaan yang mereka pastinya sudah menghitung berapa jumlah domain yang bisa mereka daftarkan dengan harga awal yang murah dan berapa domain yang tidak akan diperpanjang di tahun berikutnya agar mereka (perusahaan tadi) masih mendapatkan keuntungan.

Kedua. Domain itu seperti produk lainnya dipasaran. Kalau permintaannya banyak maka harga jual domain bisa ditekan dengan harapan bisa mendapatkan selisih dari penjualan tersebut. Kalau permintaannya sedikit harga jual domain tersebut tidak mungkin dipatok 10 ribu. Karena biaya maintainance dari server untuk mengelola domain itu sendiri tidak murah. Sebagai contoh kita ambil domain xyz. Domain XYZ merupakan domain Level Atas yang baru saja muncul. Agar penjualan domain tersebut semakin banyak (dan tentunya agar domain tersebut banyak yang menggunakan) perusahaan yang memiliki hak mendaftarkan domain XYZ membutuhkan bantuan dari endorser.  Domain XYZ ini diendorse oleh ALPHABET (perusahaan induk google) menggunakan ekstensi tersebut untuk website resmi mereka. Coba saja perhatikan alamatnya abc.xyz. Wikipedia mencatat sejak diumumkan kepada publik di tahun 2014 Gen.XYZ sudah mendapatkan mendaftarkan 1,5 juta nama sejak google menggunakan TLD tersebut.

Ketiga. Saya pribadi ragu dengan tawaran full control domain yang ditawarkan dengan harga domain 10 ribu tersebut. Seperti yang saya sampaikan di artikel berjudul domain gratis selamanya tanpa syarat: harapan palsu utk blogger Indonesia, pemeliharaan domain itu mahal harganya. Kita harus menyediakan setidaknya dedicated hosting untuk menginstal operating sistem dan juga BIND (Barkeley Internet Number D something). Hosting ini dikhususkan untuk akan mengatur lalu lintas dari pengunjung website kita maupun lalu lintas email.

Keempat. Saya bertanya-tanya sebenarnya. Apakah harga perpanjangan domain tetap sama? atau malah sama dengan program blogger exabytes yang dikhawatirkan orang.

Kelima. Soal legalitas domain tersebut. Dari pengalaman saya dengan anak-anak muda yang melek teknologi informasi, bisa jadi domain yang ditawarkan merupakan domain yang didapat dari hasil carding. Jika domain tersebut didapat dari hasil carding, efeknya sangat buruk untuk perkembangan bisnis ke depan. Beberapa orang yang beli domain murah dari salah seorang anggota facebook pernah memposting kalau tiba-tiba blognya tidak bisa diakses dan setelah saya bantu cek ternyata domain tersebut tidak terdaftar ICANN.

Tidak hanya itu.

Beberapa kali juga saya menemukan domain 10 ribu yang ditawarkan bisa dikontrol penuh oleh pembelinya. Mungkin teman-teman yang baru ngeblog masih bingung dengan maksud full control domain ini, jadi saya coba bantu berdasarkan pemahaman saya dalam mengontrol domain yang kita miliki dan maksud dari full kontrol tersebut.

Full control (kontrol penuh) terhadap domain merupakan sebuah istilah yang digunakan untuk memberi gambaran domain yang kita punya bisa diatur semau kita. Contoh: saya perhatikan di dasboard blogger maupun di analytics kalau saya mendapatkan kunjungan dari negara Amerika Serikat. Maka saya ingin membuat sebuah artikel bahasa Inggris yang merupakan terjemahan dari artikel bahasa Indonesia yang dikunjungi oleh orang Amerika tersebut.

Karena saya punya kontrol penuh terhadap domain yang saya miliki, buatblogger.net maka saya memutuskan untuk membuat blog berbahasa Inggris yang khusus untuk visitor dari luar negeri.
Saya membuat subdomain dengan judul en.buatblogger.net. Kalau teman-teman punya kontrol penuh terhadap domain yang digunakan sekarang cara membuat subdomain yang saya lakukan bisa teman-teman ikuti.
  1. Langkah pertama tentunya masuk ke akun registrar miliki teman-teman (kalau saya exabytes)
  2. Selanjutnya saya menuju ke Domain Management. Teman-teman mesti tanya ke customer service registrar masing-masing untuk masuk ke fitur tersebut.
  3. Kemudian saya pilih domain yang akan saya buatkan subdomain tersebut. (Dalam konteks ini domain yang akan saya gunakan adalah buatblogger.net)
  4. Untuk hosting saya masih memilih menggunakan blogger.com. (Note: Kalau teman-teman pernah mendapatkan hosting gratis yang diberikan setelah melakukan review produk hosting, ini saatnya untuk menggunakan hosting tersebut)
  5. Pada A record saya memberikan name en dengan pointing ke masing-masing alamat IP google: 216.239.32.21, 216.239.34.21, 216.239.36.21, 216.239.38.21. Pada Cname record yang pointing ke ghs.google.com saya pun memberikan nama yang sama.
  6. Setelah itu saya menyimpan perubahan yang saya lakukan di DNS Management buatblogger.net yang terdapat di exabytes.
Setelah itu saya membuat blog baru di blogger.com dengan menggunakan template yang sama dengan buatblogger.net yang mempunyai bahasa pengantar dalam bahasa Indonesia.

Untuk tahap awal saya menggunakan template yang sama dengan asumsi pengunjung bule saya akan nyaman karena blog atau artikel yang mereka temui tidak jauh beda dengan yang asli. Menggunakan template blog yang berbeda bisa saja dilakukan tetapi sebaiknya kita melakukan perubahan berdasarkan data yang kita temukan di search console dan juga di analytics.

Setelah blog baru dibuat langkah selanjutnya adalah merubah alamat blog baru tersebut dari subdomain blogspot ke subdomain buatblogger.net. Jika custom domain biasanya pada alamat yang diminta adalah http://www.buatblogger.net, maka untuk blog khusus bahasa inggris kita memasukkan alamat http://en.buatblogger.net.

Pertanyaannya? Apakah penjual domain 10 ribu via pulsa tersebut memiliki pengertian full control dns yang sama dengan saya?

Bagi teman-teman yang punya pengalaman membeli domain di facebook dengan harga 10 ribu ini, bisa menjawab melalui form komentar disqus dibawah atau kalau terlalu ribet, gunakan form kontak.
Bagi penjual domain yang merasa perlu memberikan klarifikasi atas beberapa keraguan yang saya miliki juga bisa melakukan konfirmasi di form komentar disqus ataupun melalui formulir kontak yang tersedia.

Jika dns full control dari domain yang dijual benar dan dari segi legalitas juga aman tentunya teman-teman harus memanfaatkan penawaran tersebut segera. Karena jika teman-teman tidak klaim domain untuk blog cepat-cepat bisa jadi teman-teman harus menunggu hingga 10 tahun untuk mendapatkan domain yang sesuai dengan keinginan.

Saya sendiri belum pernah membeli domain murah dari member grup facebook blogger. Tetapi saya pernah beli domain 10 ribu melalui program blogger exabytes. Mungkin saya termasuk dalam daftar 200 blogger yang mendapatkan domain .COM murah dari exabytes.

Biaya perpanjangannya kan mahal om? 179 ribu.

Sekilas memang mahal sih. Tetapi saya yakin bisa memenuhi biaya perpanjangan domain .com yang saya dapatkan dari exabytes dengan strategi monetisasi yang saya lakukan saat ini. Kenapa saya begitu yakin?

Karena saya pernah seperti teman-teman, cuma fokus di satu cara menghasilkan uang lewat blog padahal pintu untuk mendapatkan uang dari konten blog itu banyak. Coba jawab selama ini apa teman-teman cuma mengandalkan adsense saja?

… atau mengandalkan referal saja?

Pernah mengunjungi iblogmarket? Rahasia kita saja nih, tiga job review dari situs tersebut cukup untuk memperpanjang domain yang anda dapatkan dari exabytes.

Cara Mendapatkan Domain .COM 10 Ribu dari Exabytes.co.id

  1. Tulis artikel tentang tutorial, review teknologi, wirausaha atau bisnis, tips dan trik dan di dalam salah satu paragraf di tulisan teman-teman tadi berikan backlink ke halaman exabytes. Bisa dengan anchor text web hosting indonesia, domain murah, atau yang lain.
  2. Pastikan panjang artikel teman-teman minimum 400 kata dan ORIGINAL (hasil karya sendiri).
  3. Setelah artikel tersebut diterbitkan (pastikan panjang minimum artikel 400 kata dan sudah memberikan backlink ke salah satu halaman exabytes), isi formulir yang terdapat di laman program blogger
  4. Daftar client area exabytes untuk memudahkan proses pemesanan domain .com lebih cepat.
Exabytes sendiri membatasi tawaran menarik ini dengan 1 domain .com murah bisa didapat oleh 1 website dan 1 artikel. Bagaimana jika sudah mempunyai 5 domain tld dan masing-masing sudah membuat artikel yang memberikan backlink ke exabytes?

Bottom Line

Memulai ngeblog dan bisnis online dengan domain 10 ribu dari program blogger exabytes merupakan cara yang paling tepat. Harga perpanjangan domain 179 ribu mungkin terasa menakutkan. Namun dengan strategi monetisasi yang tepat harga tersebut sangat kecil dibandingkan pendapatan yang sudah diterima.

Segera mendaftar di program blogger jika teman-teman tidak mempunyai kenalan yang benar-benar dipercaya di grup facebook untuk mendapatkan domain 10 ribu rupiah.

2018-07-03

DOMAIN GRATIS SELAMANYA TANPA SYARAT, HARAPAN PALSU BLOGGER INDONESIA

Domain gratis selamanya tanpa syarat

Segera daftar, tanpa kartu kredit langsung aktif renewal otomatis.

Apa yang akan teman-teman lakukan saat mendapatkan penawaran tersebut diatas?

Paling tidak ada beberapa langkah lanjutan yang teman-teman lakukan:
  1. Memastikan apakah penawaran itu benar dengan googling penyedia layanan dan membaca beberapa artikel yang mereview penawaran tersebut.
  2. Kedua mengikuti panduan mendapatkan domain gratis dari penyedia layanan yang ditulis oleh orang-orang yang “sudah” mendapatkan domain gratis tersebut
  3. Ketiga mendaftarkan diri melalui email dan juga mendaftarkan blog untuk mendapatkan domain gratis tersebut.
Saya pun begitu ketika mulai ngeblog.

Ilustrasi

Kenapa blogger Indonesia banyak mencari domain gratis selamanya tanpa syarat?

Jawabannya sederhana.

Kebanyakan dari kita (baca: blogger Indonesia) yang mencari domain gratis selamanya tanpa syarat dikarenakan kondisi keuangan yang belum mampu untuk membeli domain TLD yang ditawarkan oleh berbagai penyedia domain di dunia.

Ga usah minder, saya pun begitu saat pertama kali mulai ngeblog.

Sebelum layanan domain gratis freenom sangat populer saat sekarang, saya sudah lebih dahulu menggunakan domain gratis .co.cc di tahun 2011 silam.

Bahkan agar lebih terlihat profesional saya pun menggunakan layanan hosting gratis dari 000webhost.com untuk menggunakan wordpress self-host.

Jadi bisa teman-teman lihat saya justru lebih ambisius dalam menggunakan layanan gratisan.

Karena banyak yang bilang menggunakan wordpress justru akan lebih baik mendapatkan penghasilan dari adsense, affiliate marketing, dan lain sebagainya, jadilah website pertama saya menggunakan wordpress self-hosted.

Tapi itu udah lama banget..

Domain gratis saya di co.cc pun sekarang tidak bisa diakses. Hasilnya konten pun hilang karena tak di backup dengan benar.

Makanya saya menulis topik domain gratis selamanya tanpa syarat sebagai sebuah harapan palsu.

Kalau teman-teman membaca beberapa tulisan tentang memilih nama domain untuk blog/web pastinya teman-teman bisa melihat memiliki sebuah domain tanpa embel-embel penyedia layanan sangat penting.

Alamat blog sendiri yang lepas dari embel-embel blogspot.com atau wordpress.com memberikan sebuah kesan profesional kepada pengunjung dari blog/web.

Mungkin karena terlihat profesional, web yang didaftarkan untuk mengikuti sebuah program monetisasi konten seperti adsense, menjadi sangat mudah diterima.

Belum lagi kalau kita bisa menggunakan email dengan domain yang kita miliki sebagai alamat untuk berkomunikasi.

Kesan profesional itu semakin melekat di alam bawah sadar pengunjung.

Semenjak saya mengetahui betapa pentingnya menggunakan alamat blog sendiri, keinginan untuk memiliki domain TLD sangat besar saya rasakan. Namun sebelum bekerja, saya belum tahu bagaimana saya mewujudkan impian untuk mendapatkan domain atau alamat milik saya pribadi tersebut. Saya benar-benar tidak tahu cara membeli domain apalagi menggunakan apa yang namanya manajemen DNS.

Banyak artikel tentang cara mendapatkan domain .com gratis selamanya yang saya temukan di google. Artikel-artikel yang saya temukan itu saya baca, dan praktekkan. Akan tetapi hampir semua tutorial atau panduan tersebut memberikan saya rasa kecewa karena persyaratan yang diberikan oleh pihak penyedia domain gratis sangat-sangat mustahil untuk saya penuhi.

Kenapa sih orang mencari alternatif menggunakan domain gratis seperti Freenom? Berdasarkan pengalaman saya sendiri saya akan mencoba untuk memaparkannya.

HARGA DOMAIN YANG TERGOLONG MAHAL.

Saya sudah mengenal aktifitas blogging sedari mahasiswa tahun 2007 silam. Tetapi pada saat itu saya tidak mengetahui kalau domain merupakan aset penting yang harus dimiliki. Dengan modal sub domain saja saya sudah bisa mendapatkan penghasilan dari kegiatan menulis di website pribadi.

Ketika mulai merasakan enaknya mendapatkan penghasilan dari blog, saya pun kemudian berusaha mencari tahu bagaimana caranya mendapatkan uang melalui website. Dan dari puluhan artikel yang saya baca (baik melalui blog ataupun melalui format pdf) saya mengetahui kalau memiliki domain merupakan sesuatu yang wajib.

Saya pun mencoba melihat berapa harga domain di beberapa situs penyedia layanan registrasi domain atau alamat website seperti godaddy.com, namecheap.com, dan website-website lokal seperti rumahweb.com atau exabytes.co.id.

Rata-rata harga yang ditawarkan cukup mahal bagi saya yang seorang mahasiswa. Membeli domain sebesar 179 ribu atau 300 ribu rupiah atau 26 us dolar merupakan sebuah langkah penuh resiko bagi kelangsungan mahasiswa yang ngekos tahun 2007.

Kalau sekarang saya, dimana saya sudah bekerja, harga ratusan ribu tersebut tidak terlalu saya ambil pusing. Karena domain yang saya daftarkan dapat menjadi investasi jangka panjang.

Makanya baru di tahun 2010 saya memiliki domain sendiri.

Mungkin teman-teman bertanya-tanya kenapa domain TLD begitu mahal hingga ratusan ribu rupiah harganya. Pertanyaan ini bisa saya jawab berdasarkan beberapa artikel yang saya temukan dan juga pengalaman saya selama memiliki beberapa domain TLD saat ini.

Menurut saya harga domain yang tergolong mahal bagi seorang mahasiswa adalah karena beberapa hal berikut:
  • Harga yang kita bayar ke registrar (tempat kita membeli domain TLD) ada komponen pendaftaran ke ICANN. Internet Corporation Assigned Names and Numbers atau disingkat ICANN merupakan organisasi nirlaba yang bertugas untuk mengkoordinasikan alamat-alamat komputer untuk saling terkoneksi di seluruh dunia. Berapa harga pendaftaran sebuah domain atau alamat komputer yang akan diakses secara global? Saya kurang paham tapi pasti masuk dalam komponen harga domain TLD yang kita beli.
  • Pemeliharaan sumber daya. Proses membeli domain sebenarnya sangat simple, kita diberikan sebuah sistem yang dapat kita olah sesuai dengan kebutuhan. Sistem ini dinamakan Domain Name System atau disingkat dengan DNS. Jadi saat anda mendaftarkan nama website atau alamat email. Dan masih banyak lagi kegunaan dns untuk website atau blog yang kita miliki, saya tidak terlalu memahami kegunaan dns tersebut kecuali untuk web dan email.
  • Untuk menjalankan DNS tentunya dibutuhkan hardware. Perangkat keras yang digunakan untuk menjalankan DNS dan domain kita bisa diakses oleh berbagai perangkat komputer di seluruh dunia berada di sebuah Virtual Machine. Dari beberapa artikel yang saya temukan di internet untuk DNS ternyata mengharuskan kita untuk menggunakan Virtual Private Server. Saya masih belum terlalu paham kenapa harus menggunakan VPS, perkiraan saya mungkin karena alamat website tersebut akan terhubung dengan berbagai komputer makanya harus menggunakan sumber daya yang powerful seperti VPS.
  • Pajak yang harus dibayarkan kepada Pemerintah.
Komponen-komponen diatas (ini yang saya ketahui saja ya, bisa salah bisa benar) menurut saya yang membuat harga beli domain menjadi mahal. Makanya saya jadi agak ragu ketika membaca artikel yang menyebutkan menggunakan layanan Freenom akan memberikan kita domain gratis selamanya.

Di beberapa forum blogger di grup facebook saya menemukan seseorang menjual domain TLD dengan harga yang sangat miring. Dengan membayar sejumlah pulsa berkisar 15 ribu hingga 25 ribu rupiah kita bisa mendapatkan domain TLD sendiri. Sekilas mungkin terlihat menguntungkan tetapi ada beberapa aspek yang membuat saya agak ragu dengan legalitas dan juga kemudahan pengelolaan dari pemberi tawaran tersebut. Saya rasa teman-teman yang lain pun begitu, merasakan was-was dengan penawaran beli domain murah maksud saya.

BINGUNG MEMILIH TEMPAT MEMBELI DOMAIN

Saat ini kalau teman-teman butuh bantuan saya untuk membeli domain untuk teman-teman, saya bisa membantu. Karena saya sudah menggunakan beberapa situs pendaftaran domain yang terdapat di Indonesia dan sudah merasakan layanan mereka.

Tapi kalau sepuluh tahun yang lalu?

Jangankan untuk membantu teman-teman, membeli domain untuk custom alamat blog sendiri pun saya akan mempertimbangkan dengan sangat lama dan sangat detail.

Kenapa?

Soalnya duit yang akan saya berikan kepada registrar merupakan investasi. Artinya saya berharapkan keuntungan di suatu waktu ketika saya butuh. Kalau ternyata uang yang sudah saya transfer tapi berujung pada tidak didaftarkannya alamat website yang saya inginkan, tentu saya akan merasakan banyak hal dan juga penyesalan.

Pertimbangan saya untuk menggunakan layanan sebuah situs pendaftaran domain saya dapatkan melalui artikel yang banyak tersebar di internet. Saking banyaknya ulasan yang saya temukan saya pun bingung sendiri. Artikel yang terlalu memberi ulasan positif kebanyakan merupakan penjual produk dari registrar yang bersangkutan. Sedangkan artikel yang member ulasan negatif kebanyakan merupakan pembeli yang kurang paham proses dan kecewa dengan layanan.

Jadi 2 faktor tersebut tentunya blogger yang masih pelajar ataupun mahasiswa masih membutuhkan layanan domain gratis seperti Freenom.

Ini inti yang ingin saya bahas tentang domain gratis selamanya yang menjadi harapan palsu bagi blogger Indonesia.

Ulasan tentang layanan Freenom sudah sangat banyak dibahas oleh blogger-blogger Indonesia. Salah satunya dengan menyebutkan kalau layanan freenom dapat digunakan gratis selamanya yang artinya tidak ada batas waktu penggunaan. Benarkah demikian?

Menurut saya menggunakan layanan freenom harus menjadi pilihan paling terakhir yang harus teman-teman lakukan. Kenapa? Lebih baik maksimalkan promosi domain yang berlaku di waktu-waktu tertentu oleh perusahaan web hosting Indonesia daripada merasakan kekurangan menggunakan layanan domain gratis dari perusahaan asal Belanda tersebut.

Penyedia domain gratis sebelum populernya freenom yang pernah saya gunakan adalah co.cc. Sekarang perusahaan ini tidak ada lagi dan kabarnya baik google maupun registrar dari website tersebut sudah membanned pendaftaran nama domain co.cc sendiri. Penyebab di tutupnya website co.cc ini simpang siur, mulai dari banyaknya pengguna layanan tersebut yang melakukan kejahatan digital seperti phising, spamming dan lain-lain, hingga penyalahgunaan layanan dari pemilik website.

Bukan tidak mungkin freenom dan penyedia layanan serupa bisa bernasib seperti website co.cc. Dan jika hal tersebut terjadi maka rugilah kita sebagai blogger.

Ruginya apa saja?

Pertama, traffic yang kita dapatkan otomatis akan turun. Para pengunjung setia website yang kita kelola dengan baik tidak akan menemukan website kesayangan mereka. Akibatnya para pengunjung setia tersebut akan pindah mencari tempat referensi lain.

Kedua, terkait dengan traffic yang pastinya sudah turun. Pendapatan atas penjualan produk, klik iklan, tampilan iklan dan lain sebagainya juga pasti akan hilang. Bagi blogger yang tujuan utamanya adalah mendapatkan penghasilan situasi ini tentu tidak menyenangkan bahkan akan berakibat pada kebangkrutan.

Ini yang pertama, kekurangan layanan freenom dan penyedia domain gratis sejenis.

Lanjut yang kedua.

Kalau kita perhatikan domain gratis yang disediakan oleh Freenom itu tidak popular sama sekali. Coba saja teman-teman lihat; .tk, .ml, .gq, .ga, .cf. Domain-domain yang dapat digunakan secara gratis tersebut sama sekali tidak catchy. Kecuali .tk mungkin yang sudah dimiliki oleh detik.com untuk layanan penyingkat url mereka, de.tk. Bagaimana dengan domain yang lain? Mungkin saya yang kurang informasi sehingga beranggapan domain-domain yang dapat digunakan secara free tersebut sama sekali tidak brandable.

Selanjutnya soal kepemilikan. Kalau teman-teman pernah baca di laman http://www.freenom.com/en/freeandpaiddomains.html pengguna layanan domain gratis hanya bertindak sebagai pengguna domain BUKAN PEMILIK. Jadi kalau ada yang orang yang berminat untuk membeli dimain yang kita gunakan maka kita tidak bisa menjualnya tanpa melakukan upgrade ke layanan berbayar terlebih dahulu. Kenapa? Ya itu tadi Karena kita dianggap sebagai pengguna domain dan bukan pemilik. Jadi kita tidak punya hak mentransfer domain yang kita miliki jika diminati oleh orang lain.

Sebaliknya kalau orang yang melihat kunjungan di website kita yang menggunakan alamat domain gratis freenom, si penyedia layanan bisa saja mencabut hak penggunaan domain kita dan kemudian memberikannya pada orang yang membayar lebih mahal.

Kondisi ini, freenom tiba-tiba mencabut akses user ke domain yang digunakan, sudah sering terjadi. Bahkan tidak hanya terjadi di Indonesia saja. Blogger Asia lain juga merasakan kepedihan aturan freenom tersebut. Contohnya Mr. Shaikh Masood Alam, pemilik techlech.org. Sebelum menggunakan domain org ia juga seperti kita, menggunakan layanan freenome.

Freenom menghentikan layanannya kepada Mr. Shaikh Masood Alam secara tiba-tiba tanpa notifikasi. Hal ini baru diketahui blogger Pakistan ini ketika ia mengakses blog yang dibuat setelah sebulan tidak sempat update.

Mr. Shaikh Masood Alam menanyakan perihal kejadian tersebut kepada penyedia layanan melalui media sosial mereka. Tapi jawaban yang diberikan tidak jelas dan Mr. Shaikh Masood pun merelakan domain gratis freenom itu melayang ke orang lain dan mulai lagi dengan domain baru.

Karena pengalamannya itu Mr. Shaikh Masood Alam SANGAT menyarankan agar menghindari menggunakan layanan freenom bagi blogger yang serius.

Nah ini yang PENTING. Benarkah renewal domain gratis diberikan freenom?

Kalau merujuk pada dokumen http://www.freenom.com/en/doc_tcfree_freenom_v0110.pdf perpanjangan domain yang kita dapat dari freenom baru akan keluar 15 hari sebelum domain yang kita gunakan jatuh tempo. Jadi misalnya kita mendaftar domain gratis freenom tanggal 22 Desember 2016 untuk durasi penggunaan selama 1 tahun, maka freenom baru akan mengingatkan kita jika masa penggunaan domain berakhir sekitar tanggal 7 Desember 2017. Menurut saya periode yang ditetapkan oleh freenom sangat singkat dibandingkan dengan penyedia domain lokal yang berbayar yang jangka waktunya 30 hari sebelum jatuh tempo.

Dengan durasi yang sangat singkat tersebut kemungkinan besar kita akan kehilangan hak guna pakai atas domain yang telah diregistrasi dengan freenom. Jika sudah lewat jatuh tempo pemakaian maka Frenom sebagai penyedia layanan akan melakukan hal-hal berikut ini:

  • Menghapus name server domain
  • Menghapus penerusan URL (URL Forwarding)
  • Menghapus informasi trafik website
  • Menghapus akun di My Freenom
  • Menghapus penerusan email
  • Menghapus database lain yang terkait dengan domain gratis tersebut.
Jadi maksud dan tujuan untuk menggunakan domain gratis yang bisa digunakan tanpa batas waktu yang kita inginkan pun tidak terwujud. Ujung-ujungnya jika kita masih ingin untuk menggunakan domain yang sudah melekat dengan website adalah melakukan pembayaran yang harganya hingga saat ini masih belum saya ketahui.

Jika orang sudah kadung mengenal brand kita dengan domain freenom tahukah Anda berapa harga yang harus ditebus ke freenom? Bukan 1 sen atau 1 dolar, melainkan 260 dolar atau sekitar 2,6 juta rupiah! Kalau penghasilan kita bisa lebih dari 100 US dolar sebulan. Kalau kurang dari itu? Kita harus lepaskan brand yang sudah melekat dengan blog.

Makanya saya ingin mengajak teman-teman untuk lebih memanfaatkan program promo domain yang selalu diberikan oleh web hosting Indonesia. Dengan strategi monetisasi yang jitu dan dibarengi dengan pengelolaan keuangan yang baik, kita akan mendapatkan alur cash yang lebih baik dibandingkan menggunakan domain gratis yang penuh resiko.

Saya sendiri sudah dua kali dalam dua tahun terakhir memaksimalkan promosi domain yang diselenggarakan pemerintah maupun dari perusahaan registrar di Indonesia.

Domain gratis pertama yang saya dapatkan di 2016 yang lalu yaitu setelah Kementerian Komunikasi dan Informatika mengeluarkan program satu juta domain id gratis. Melalu program tersebut juga saya akhirnya memilih menggunakan registrar domain Indonesia dan mentransfer domain pertama saya yang saya beli di godaddy. Dari progam domain gratis .id dari kominfo tersebut saya menilai kalau perusahaan-perusahaan registrar yang bekerja sama dengan kominfo memiliki pengalaman yang panjang dan memiliki kinerja keuangan yang baik. Ringkasnya perusahaan-perusahaan pendaftaran domain tersebut sudah kredibel di mata pemerintah.

Domain gratis Indonesia yang diberikan kominfo mungkin saja bantuan pemerintah ccTLD yang dikelola oleh PANDI banyak digunakan. Soalnya saya pernah membaca jika ccTLD atau TLD sepi peminat atau tidak ada yang mendaftarkan sama sekali, ICANN sebagai koordinator bisa menghentikan peredaran dari domain tersebut.

Program domain gratis .id dari kominfo setahu saya sepertinya sudah berakhir. Mungkin kuota satu juta domain .id tersebut sudah terpenuhi. Dan teman-teman mungkin seperti putus harapan untuk menggunakan domain TLD sendiri.

Bagi teman-teman yang tidak keberatan dengan menggunakan domain co id atau my.id atau web.id silahkan teman-teman coba mengunjungi web hosting idcloudhost dan juga niagahoster. Sepengetahuan saya sepanjang tahun 2017 ini mereka memberikan domain gratis dengan ekstensi diatas. Saya sendiri melihat laman mereka hampir setiap minggu dan selalu ada pengguna yang beruntung domain ccTLD gratis dari perusahaan web hosting di atas.

Jadi…

KESIMPULAN

Saya lebih menyarankan kalau teman-teman lebih mencari promo domain dari beberapa registrar di Indonesia dibandingkan menggunakan layanan penyedia domain gratis seperti Freenom. Selain lebih aman, teman-teman pun akan mendapatkan support dari penyedia untuk mengelola domain website dengan lebih baik.

Dengan menggunakan cara monetisasi yang tepat teman-teman bahkan bisa mengatur cash flow hingga domain yang pada awalnya harus merogoh kocek sendiri akan berakhir tanpa mengeluarkan dana khusus. Saya sendiri setelah mendapatkan domain gratis terbaik dari exabytes sudah setengah jalan untuk membayar perpanjangan domain dan email hostingnya. Teman-teman pun pasti bisa.

Sumber:
  1. http://www.maseteguh.com/2017/06/cara-diterima-adsense-full-approved-secara-cepat.html
  2. https://www.icann.org/resources/pages/what-2012-02-25-en
  3. https://idcloudhost.com/mengenal-apa-itu-dns-server/
  4. https://opensource.com/article/17/4/build-your-own-name-server